Saturday, 28 June 2008

The Prayer (quoted from Paulo Coelho's Like the Flowing River)

Lord, protect our doubts, because Doubt is a way of praying. It is Doubt that makes us grow because it forces us to look fearlessly at the many answers that exist to one question. And in order for this to be possible...
Lord, protect our decisions, because making Decisions is a way of praying. Give us the courage, after our doubts, to be able to choose between one road and another. May our YES always be a YES, and our NO always be a NO. Once we have chosen our road, may we never look back nor allow our soul to be eaten away by remorse. And in order for this to be possible...
Lord, protect our actions, because ACTION is a way of praying. May our daily bread be the result of the very best that we carry within us. May we, through work and ACTION, share a little of the love we receive. And in order for this to be possible...
Lord, protect our dreams, because to DREAM is a way of praying. Make sure that, regardless of our age or our circumstances, we are capable of keeping alight in our heart the sacred flame of hope and perseverance. And in order for this to be possible...
Lord, give us enthusiasm, because Enthusiasm is a way of praying. It is what binds us to the Heaven and to Earth, to grown-ups, and to children; it is what tells us that our desires are important and deserve our best efforts. It is Enthusiasm that reaffirms to us that everything is possible, as long as we are totally committed to what we are doing. And in order for this to be possible...
Lord, protect us, because Life is the only way we have of making manifest Your miracle. May the earth continue to transform seeds into wheat, may we continue to transmute wheat into bread. And this is only possible if we have Love; therefore, do not leave us in solitude. Always give us Your company, and the company of men and women who have doubts, who act and dream and feel enthusiasm, and who live each day as if it were totally dedicated to Your glory.
Amen.

Thursday, 29 May 2008

laporan dari kopdar yang tertunda

Sebelumnya maaf ya teman-teman kalo saya hampir sebulan menghilang dan jadinya blognya juga tebengkalai hehehe. Padahal hutang ceritanya masih ada ya... Ya kalau banyak yang nanyain apa aku sibuk memang sibuk tapi cape deh kalau diceritain satu-satu apa kesibukannya, intinya ya meskipun kemarin itu di Bavaria sini sempat libur 2 minggu tapi nyatanya aku ngga bener-bener liburan. Ya sibuk sama urusan kuliah dan kerjaan. Standard banget kan alasannya. So, aku bukan lagi sibuk belajar renang, Hot Mama (a.k.a Madam Voisin). Kalau aku mah sudah menyerah deh belajar renang abis ujung-ujungnya kelelep aja hehehehe...males deh.

So langsung cerita kopdarnya aja ya. Kalau mengutip katanya Jeng Melani, aku sama Steffen itu seperti "long march", karena memang kenyataannya itu kita menclak menclok dari satu kota ke kota lainnya. Sebenernya sih niatan mau kopdar sama Melani, Vivie, dan Yola sih sudah lama banget kepikiran cuma memang kita berdua ngga ada waktu yang cucok. Kok ya kebetulan minggu itu tanggal 7 April sampai 13 April kita berdua kebetulan free, dan HARUS mengemban tugas ke Berlin untuk menghantar hadiah ulangtahun untuk Omanya Steffen sekalian sowan (baca: silahturahmi) deh ceritanya. Langsung telp ke nyonya-nyonya rumah kok ya pas pada free semua...yowes...langsung kita tancep deh. Senin tgl 7 April (ceritanya ini sebenernya wes lawas alias kadaluarsa banget ya hehehehe)itu kita pagi-pagi langsung tembak ke Berlin. Saking buru-burunya sampai lupa bawa hadiah buat Oma. Oalah padahal itu tujuan utama "long march" kita. Piye to??!! Tetap semangat tembak ke Berlin dan sekitar jam setengah dua siang kita sampai disana disambut oleh makan siang.

Keesokan harinya kita cuma sempat sarapan trus jam 10an pagi kita langsung cabut menuju Hannover. Kita melalui jalan tol yang penuh dengan truk-truk besar dan padat pula. Yah seperti itu aku belum pernah lihat deh. Ya hampir sama seperti jalur ke arah Tanjung Perak kalo sore hari, padat sama truk besar dan container shipping. Sempat tersendat-sendat juga jadinya sampai rumahnya Melani rada telat. Disana kita dijamu sama bakso hmmm enak deh, tau aja kalau aku suka bakso. Trus kita sempat ngopi-ngopi dan lanjut jalan ke kota. Tujuan pertama adalah Schloss Bückenburg. Ini hasil narsis a la Bollywood bersama Melani.

Photobucket

Tujuan selanjutnya kita ke Altstadt di Minden dan akhirnya kita ke kota tempat suaminya Melani kerja. Seru juga sih puter-puter dan melihat hal-hal baru. Bahkan aku sempet bilang kalau mau pindah ke daerahnya Melani, dan kebetulan tetangga sebelah rumahnya ditawarkan untuk dijual, mana harganya murah lagi. Buntut-buntutnya aku sama Melani nggodain si Steffen terus. Kita bujuk dia untuk pindah ke daerahnya Melani dan dia bisa cari kerja sama si Manfred, suaminya Melani.

Besoknya kita menuju Dortmund dan siap memporak-porandakan rumahnya Vivie. Kita sampei Dortmund juga sudah agak siang. Disambut sama nyonya rumah dan si kecil Patrick. Si Patrick ini saking excitednya mau kedatengan kita sampai menahan laparnya karena katanya dia mau makan bareng kita. Waduh maaf ya Patrick, gara-gara ini 2 Tantenya telat dan Onkel Steffennya juga datengnya kesiangan jadi Patrick makannya juga telat. Begitu dateng kita langsung makan deh dan sekali lagi menunya bakso...yippie... Ini foto narsis kita di depan santapan siang kami.

Photobucket

Abis kenyang makan kita lanjut ke tengah kota Dortmund dan puter-puter. Besar sekali deh kotanya dan banyak orang. Sampai pusing deh hehehe. Kita juga ngga begitu lama disana dan memutuskan untuk pulang karena suaminya Vivie juga sudah menunggu di rumah. Sampai rumah sudah disiapin lagi makan malam. Wah pokoknya selama di tempatnya Vivie dan Melani aku sama Steffen sejahtera banget. Berlimpah makanan uenak-uenak...Wah itu deh kenikmatannya kopdar sama teman-teman, selain akhirnya bisa melihat sosoknya di depan mata live, kita juga bisa makan enak rame-rame jadinya seru banget. Saking serunya tuh pas di rumahnya Vivie abis makan malem kita ngobrol ngalor ngidul bertiga sampe tengah malem. Suami-suami juga ngobrol sendiri dan juga ga kalah seru deh. Lupa juga jam berapa akhirnya kita memutuskan untuk tidur yang aku inget Vivie sama Melani lanjut lagi ngobrolnya di kamar sampai jam 3 pagi.

Hari Kamisnya kita siap-siap untuk melanjutkan "long march" ke Stuttgart. Habis beres-beres dan mandi kita sempat sarapan dan akhirnya tiba saatnya untuk berpisah (kok kayak Teletubbies ya???). Berat juga ya soalnya sudah cocok sih lagian hidup juga jadi rame kalau ada mereka hehehe (dalam arti positif loh ya). Apalagi pisahan sama Patrick. Ya, walaupun singkat waktunya tapi kopdarnya sama Melani dan Vivie benar-benar berkesan deh. Nanti kalau ada waktu yang lebih panjang deh kita maen lagi kesana, moga-moga ngga kapok ya kedatengan kita walaupun kita makannya banyak hehehehe. Atau kalian dateng kesini...kapan saja pintu kami selalu terbuka. Nanti kita puter-puter Bavaria ya.

Cerita selanjutnya di Stuttgart. Disini ada Yola sama Martin. Mereke terhitung juga masih pengantin baru kok hehehe. Sayang waktu mereka nikah, kita ngga bisa dateng. But anyway akhirnya bisa ketemu lagi sama Yola dan kali ini di Jerman ya Nyol bukannya di kantin Petra lagi hehehe. Ya si Yola ini senior aku waktu kuliah dulu dan pernah kerja di satu study center yang sama jaman masih kuliah dulu. Dari Yola masih punya pacar sebelum Martin dan akhirnya dia kecantol sama si Martin ya aku sempat mengikuti juga ceritanya. Walaupun kita ngga begitu dekat tapi kadang kita janjian ketemu di kantin kampus untuk sekedar cerita. Bahkan Yola inlah yang banyak bantu aku kasih info ttg Jerman dan juga sewaktu aku ngurus Visa pertama kali. Bisa dikatakan secara tidak langsung dia ini konsultan pribadiku karena aku banyak share ke dia sebelum aku akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan sama Steffen yang aku kenal sudah cukup lama sebagai teman. Kayaknya Yola pun senang ketemu sama Steffen setelah dia banyak dengar dari cerita-cerita aku aja.

Oya, sampai Stuttgart kita disambut soto sebagai menu makan siang...yummy. Dilanjutkan dengan ngopi sebentar dan berangkatlah kita ber-4 ke tengah kota Stuttgart. Ini foto narsis kita. Walaupun sempat hujan tapi narsis jalan terus dong.

Photobucket

Sayang kita cuma stay semalam padahal masih banyak yang mau diceritain dan diobrolin ya Nyol... Next time deh. Kamu juga janji mau kesini kan??? Kita tunggu deh.

Ini foto-foto sebelum kita pamitan untuk pulang.
Photobucket

Photobucket

Hampir satu minggu deh "long march" nya. Jumat kita pulang ke rumah dan langsung tepar. Sabtunya kita ke Dresden karena diundang ulangtahunnya Thomas, temannya Steffen, yang ke-30. Cerita selanjutnya bersambung ya teman-teman. Sekian dulu postingannya, ini di depan mata sudah ada tumpukan baju yang menunggu untuk disetrika. Yippie.

Wednesday, 30 April 2008

Helen Doron TTC

Aku tahu kalau aku banyak utang postingan yang lalu-lalu, seperti cerita kopdaran sama Vivie, Melani dan juga teman aku di Stuttgart Yola. Oya, masih ada satu lagi cerita dari Dresden pas kita diundang ulangtahun temennya Steffen, Thomas. Tapi karena aku ada cerita yang lebih fresh makanya aku posting yang ini dulu yah...cerita kopdaran sama ultahnya Thomas pasti aku posting kok.

So 2 akhir pekan yang lalu aku sibuk wira wiri ke München untuk Training Teachernya Helen Doron. Ya TTC (Teacher Training Course) ini merupakan syarat sebelum aku kerja di Helen Doron sebagai guru bahasa Inggris. Helen Doron sendiri itu seperti kursus bahasa Inggris untuk bayi dari umur 3 bulan sampe anak-anak umur 14 tahun. Untuk lebih jelasnya bisa klik dan cari tahu sendiri ya daripada nanti aku dikirain promosi lagi hehehe.

Weekend yang pertama Training hari ke-1 aku bagai ditabrak sama bus dari kanan. Training hari ke-2, aku bagai ditabrak bus dari kiri. Impas deh. Hari ke-3, aku sudah tewas dengan suksesnya. Kesannya hiperbola banget ya??? hehehe. Ya coba aja deh bayangin. Trainingnya itu mulai dari jam 10 pagi sampe jam 5.30 sore (tapi kenyataannya selalu molor). Aku harus berangkat dari Ingolstadt jam 7.51 naik kereta ke München. Sampai di München suudah jam 9an dan kita harus cari kereta bawah tanah dan kemudian naik Trem menuju Learning Center yang di München. Sampai LC-nya sekitar jam 9.50an.

Acara Training-nya sendiri full. Tiap 1 jam kita dapet break selama 5 menit yang cuma cukup buat ke kamar mandi dan minum. Untuk break lunchnya sekitar 20 menit. Jadwal penuh mulai dari materi pedagogik, pengenalan franchise dan metode, sampai urusan praktek mengajarnya. Terakhir tak lupa kita semua dapet PR untuk besoknya. Kita harus mempersiapkan "demo lesson" kita untuk kelas anak umur 5-9thn. PR inilah yang menyita banyak waktu dan energi, secara kalau pulang sampai rumah sudah jam 1/2 9 malam, belum makan dan bersih-bersih trus lanjut nyiapin PR dan mengerjakannya. Tiap harinya aku tidur jam 2 dini hari belum lagi nggak bisa langsung lelap karena di otak mikir gimana nanti cara ngajarnya dan plus nervous juga. So tepat deh penggambaranku soal "ditabrak bus", karena di hari ke-3 aku bagai mayat hidup hehehe.

Training weekend ke-2 sudah jauh lebih santai walaupun kita tetap ada PR sampai hari Sabtunya. Hari Minggu nya kita juga cuma setengah hari dan materinya cuma tentang Management, bagaimana kita mengatur urusan pajak dan asuransi setelah kita mempunyai penghasilan sendiri. Yang paling emosional adalah hari Jumat Weekend ke-2 dimana kita semua dinyatakan lulus dari Training. Dari 12 orang akhirnya hanya 7 yang bertahan, sisanya ada yang mengundurkan diri karena tidak kuat dan ada juga yang dinilai kurang "qualified" untuk menjadi gurunya Helen Doron. Dibawah ini aku kasih foto-foto jadi bisa lihat sendiri ya situasinya gimana. Pokoknya acara ditutup dengan banjir airmata karena kita semua terharu dan juga berat melepas Trainer kita, Rita Falter, yang sudah banyak sekali memberi pelajaran buat kita. We'll miss you Rita, for sure!

Di meja ini Rita (Trainer kita) sudah menyiapkan amplop dengan nama kita masing-masing dan didalam amplop itu ada 2 notes kecil yang ditulis oleh 2 teman kita (randomly) tentang impression mereka terhadap kita. Cuma boleh nulis yang baik-baik dan manis-manis.
Photobucket

Minuman kemenangan untuk semua yang sudah bertahan menghadapi terjangan bus dari kiri dan kanan...akhirnya lulus...Now I'm officially Helen Doron Teacher...yeah
Photobucket

Kenang-kenangan dari kita untuk Trainer kita, Rita. Boneka malaikat sebagai "guardian angel"
Photobucket

Rita dan malaikat pelindungnya dan kartu ucapan "farewell" dari kita semua
Photobucket

All member of TTC April 2008 in LC Munich (left to right: Rita, Claudia, Heidi, Carol, Christiane, Sanna, Ulrike, and the only guy there, Frans)
Photobucket