Monday, 22 September 2008

Going Back to Routines

Apa kabarnya teman-teman semua baik yang sudah meninggalkan jejak di SB maupun yang tidak. Maaf ya kalau sudah lama aku tidak berkoar-koar disini karena memang lagi ngga mood nulis dan juga persiapan pulang kampung kemaren.

Tepatnya akhir Juli aku pulang kampung dan bisa spend more time sama keluarga tercinta di Surabaya selama kurleb 6 minggu. Kali ini aku terbang sendiri karena Steffen memang tidak bisa ambil cuti segitu lamanya, jadi dia baru nyusul akhir Agustus. Dia harus sudah cukup puas stay sekitar 2 minggu setengah. Memang ngga lama sih tapi kayaknya sih dia senang sekali secara liburannya full kita pake pelesir kemana2, dari ke Lombok sampai ke Medan. Cape juga sih tapi overall memang seru dan asyik.

10 September kemarin kita balik terbang ke Jerman dan sampenya Kamis tanggal 11 September. Karena dijemput sama mertua akhirnya kita tinggal semalam di rmh papa mamanya Steffen. Jumatnya kembali ke tempat sendiri dan rasanya lega, langsung kita belanja karena tidak ada persediaan konsumsi. Malamnya Steffen mulai berasa ngga enak badan disertai dengan panas. Aku sudah khawatir aja dia kena penyakit serius soalnya badannya panas 2 malam berturut-turut. Tapi Puji Tuhan hari Minggu itu dia sudah berangsur-angsur pulih.

Malamnya kita bikin acara masak2 pake hot stone aja, soalnya aku juga masih males masak yang macem2. Kalau hot stone gini memang praktis. Kita cuma tinggal potong2 daging dan bikin salad aja sebagai pelengkapnya. Mau BBQ kita juga ngga bisa dan udara di luar juga dingin jadi ya kita bikin hot stone aja. Sip deh =P~

Photobucket

Photobucket

So kita sudah balik lagi di Jerman yang hari ini memasuki musim gugurnya, yang mana weekend kemarin München sudah memulai tradisi Oktoberfest nya, dan yang pasti suhu udaranya bikin orang males keluar brrrrrrr....I want my sunshine back :((

Balik lagi deh di kehidupan sehari-hari tanpa leha2. Harus masak sendiri secara ngga ada tukang makanan lewat. Harus beres-beres sendiri dan juga harus balik kerja. Kita mau ngumpulin duit lagi secara sudah habis dipake liburan. Tapi ngga apa2 lah kalau duitnya abis di jalan2 kita berdua rela kok hehehehe. We love travelling :x

Monday, 7 July 2008

Jadi Tukang Sate Sehari

Weekend lalu kita diundang tetangga seberang apartemen (wohnung) untuk BBQ (bhs Jermannya = grillen). Kebetulan kalau di tempatnya mereka boleh tuh BBQ-an karena apartemen mereka di pojok, jadinya ngga ada bangunan lain. Mereka juga punya 2 balkon. Kalau di tempat kita tidak diijinkan dan kita juga cuma punya balkon 1.

Kehidupan bertetangga di Jerman beda jauh sama di Indonesia. Makanya sempet stress juga karena tidak mengenal tetangga satu sama lain, tapi lama-lama ya terbiasa juga. Kalau merekanya membuka diri otomatis kitanya pun terbuka. Iya kan? So, seperti tetangga seberang kita persis. Mereka asalnya dari Rep. Ceko dan sudah hampir setahun tinggal di Jerman. Namanya Petra dan Karel. Dari awal kita juga sudah akrab dan sering aja keluar bareng. Mungkin kita merasa cocok karena umur juga sepantaran.

Photobucket

Kembali ke masalah BBQ, kita siapkan sate beberapa tusuk dan kartoffelsalat (salat kentang). Sementara Petra dan Karel sudah menyiapkan daging dan salat ijo (sayuran). Akhirnya, aku jadi tukang sate dehari deh hehehe. Tapi seru juga karena mereka suka satenya. Dulu saya juga pernah coba buat soto ayam waktu kita makan malam bareng, dan mereka suka juga tuh...senang deh rasanya bisa mengenalkan makanan Indonesia ke mereka.

Photobucket

Saturday, 28 June 2008

The Prayer (quoted from Paulo Coelho's Like the Flowing River)

Lord, protect our doubts, because Doubt is a way of praying. It is Doubt that makes us grow because it forces us to look fearlessly at the many answers that exist to one question. And in order for this to be possible...
Lord, protect our decisions, because making Decisions is a way of praying. Give us the courage, after our doubts, to be able to choose between one road and another. May our YES always be a YES, and our NO always be a NO. Once we have chosen our road, may we never look back nor allow our soul to be eaten away by remorse. And in order for this to be possible...
Lord, protect our actions, because ACTION is a way of praying. May our daily bread be the result of the very best that we carry within us. May we, through work and ACTION, share a little of the love we receive. And in order for this to be possible...
Lord, protect our dreams, because to DREAM is a way of praying. Make sure that, regardless of our age or our circumstances, we are capable of keeping alight in our heart the sacred flame of hope and perseverance. And in order for this to be possible...
Lord, give us enthusiasm, because Enthusiasm is a way of praying. It is what binds us to the Heaven and to Earth, to grown-ups, and to children; it is what tells us that our desires are important and deserve our best efforts. It is Enthusiasm that reaffirms to us that everything is possible, as long as we are totally committed to what we are doing. And in order for this to be possible...
Lord, protect us, because Life is the only way we have of making manifest Your miracle. May the earth continue to transform seeds into wheat, may we continue to transmute wheat into bread. And this is only possible if we have Love; therefore, do not leave us in solitude. Always give us Your company, and the company of men and women who have doubts, who act and dream and feel enthusiasm, and who live each day as if it were totally dedicated to Your glory.
Amen.